jump to navigation

Wajibnya Mahar dalam Pernikahan June 19, 2007

Posted by admin in 2. Nikah.
trackback

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman :
“Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya�? (QS. An Nisaa : 4)

Berkata Al Qurthubi rahimahullah dalam tafsirnya :

“Ayat ini menunjukkan wajibnya memberikan mahar kepada wanita yang dinikahi, dan ini perkara yang disepakati, tidak ada perselisihan di dalamnya. Kecuali pendapat yang diriwayatkan dari sebagian ahlul ilmi dari penduduk Iraq, mereka berkata, “Apabila seorang tuan menikahkan budaknya dengan budak wanitanya, maka dalam hal ini tidak wajib adanya mahar�?. Pendapat ini tidaklah teranggap karena Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman :

Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan�? (QS. An Nisaa : 4)

Ayat ini umum untuk seorang budak ataupun yang merdeka. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman :

Maka nikahkanlah budak-budak wanita itu dengan izin tuannya dan berikanlah pada mereka mahar-mahar mereka dengan cara yang ma’ruf.�? (QS. An Nisaa : 25)

Berkata Al Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya setelah menyebutkan pendapat-pendapat ahlul ilmi :

“Kandungan dari ucapan mereka, bahwasanya wajib bagi seorang laki-laki untuk memberikan mahar kepada wanita secara pasti. Dan pemberian mahar itu harus dengan kelapangan hati. Sebagaimana seseorang memberikan sesuatu kepada orang lain dengan senang hati, demikian pula wajib memberikan mahar pada wanita yang dinikahinya dengan penuh kelapangan dan kerelaan. Apabila ternyata wanita yang dinikahi tersebut merelakan maharnya setelah diberikan atau disebutkan, maka boleh bagi sang suami untuk memakan (hasil dari mahar tersebut) sebagai sesuatu yang halal lagi baik.�?

Sumber : Persembahan Untukmu Duhai Muslimah, Penulis : Ummu Salamah As Salafiyah, Penerbit : Al Haura.

Comments»

1. Adek Yustisia - January 26, 2012

Alhamdulillah…terima kasih atas artikelnya

Wassalamualaikum Wr wb


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: