jump to navigation

Mengapa Menikah

Sebelum kita memulai pembicaraan khususnya tentang masalah tersebut maka wajib atas kita untuk mengetahui secara yakin bahwa hukum-hukum syariat semuanya adalah dalil dan semuanya sesuai pada tempatnya, tidak ada darinya sedikitpun perkara yang sia-sia dan kebodohan. Demikian itu dikarenakan hukum-hukum tersebut berasal dari sisi Dzat yang Maha Hakim dan Maha Mengetahui, adapun bagi hukum yang ada pada kalian apakah semuanya bagi makhluk? Sesungguhnya kaum Adam sangat terbatas keilmuannya, pemikirannya dan akalnya sehingga tidak mungkin dia akan mengetahui segala sesuatunya dan tidak diilhamkan untuk mengetahui segala sesuatu, Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

…. dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit�?. (QS. Al Isra : 85)

Jika demikian… maka hukum-hukum syariat yang telah Allah syariatkan bagi para hambaNya wajib atas kita untuk meridhainya -sama saja- apakah kita telah mengetahui hikmahnya ataupun belum kita ketahui. Karena sesungguhnya manakala kita tidak mengetahui hikmah-hikmahnya, maka bukan berarti bahwa hal itu tidak ada hikmahnya di alam nyata. Tidak lain hal ini hanyalah disebabkan karena dangkalnya akal-akal kita dan pemahaman kita untuk menjangkau hikmahnya.

Diantara hikmah dari sebuah pernikahan ialah :

1) Pemeliharaan terhadap masing-masing dari sepasang suami-istri dan penjagaan terhadap keduanya, Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

Wahai para pemuda barangsiapa diantara kalian yang telah memiliki kemampuan (ba-ah) maka hendaklah dia menikah karena sesungguhnya menikah lebih menjaga kemaluan dan barangsiapa yang belum memiliki kemampuan maka hendaknya dia berpuasa karena berpuasa merupakan tameng baginya (HR. Bukhari Muslim)

2) Menjaga masyarakat dari kejelekan dan rusaknya akhlak sehingga kalau sekiranya tidak ada pernikahan sungguh niscaya tersebarlah berbagai bentuk akhlak yang jelek di antara kaum pria dan wanita.

3) Masing-masing dari pasangan suami istri dapat merasakan kesenangan satu sama lainnya dengan ditunaikan kewajiban baginya dari hak-hak dan hubungan kekeluargaan. Sehingga seorang lelakilah yang akan memelihara wanitanya dan yang akan menunaikan nafkah bagi wanita tersebut baik berupa makanan, minuman, tempat tinggal maupun pakaian dengan baik, Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

Dan bagi mereka (para istri) kewajiban kalianlah (para suami) untuk memberikan rizki mereka dan pakaian mereka dengan baik
(HR. Ahmad)

Isteri pun memelihara hak suami dengan menunaikan apa yang menjadi kewajibannya di rumah dari masalah penjagaan dan perbaikan, bersabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam :

… dan istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan yang bertanggung jawab dari yang dipimpinnya

4) Merupakan sarana untuk menyembungkan antara keluarga dan suku sehingga berapa banyak dua keluarga yang saling berjauhan tidak saling mengenal satu sama lainnya, dengan adanya pernikahan menghasilkan kedekatan dan hubungan di antara keduanya. Oleh karena inilah Allah Subhaanahu wa Ta’aala jadikan mushaharah sebagai bahagian bagi nasab sebagaimana yang telah lalu.

5) Melanggengkan suatu jenis manusia dengan jalan yang benar sehingga pernikahan itu menjadi sebab bagi (kelangsungan) keturunan yang menyebabkan berlangsungnya (kehidupan) manusia, Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman :

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. (QS. An Nisaa : 1)

Dan kalau sekiranya tidak ada pernikahan niscaya akan terjadi salah satu dari dua kemungkinan:
Pertama: Binasanya (keturunan) manusia
Kedua : Atau munculnya generasi manusia dari hasil perzinahan yang tidak mengenal asal usulnya dan tidak bermoral.

Sumber : Maka.., Menikahlah, Penulis : Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin, Penerbit : Ittibaus Salaf Press.

Comments»

1. Ainul Marliana - June 28, 2007

Assalamu Alaikum
Artikelnya bagus banget sampai terharu saya membacanya, saya baru saja menikah tanggal 24 Juni kemaren jadi artikel yang saya baca akan menjadi bekal buat kehidupan saya kelak agar dapat membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, Amin.
Saya harap artikel-artikel ini terus dibuat agar didunia ini semakin banyak istri-iatri yang solehah karena telah banyak belajar dari artikel ini.
Wassalam

Wa’alaykumussalam warohmatullah wabarokatuh. Semoga bisa menjalin dan membina keluarga yang sakinah di atas petunjuk Salafus Sholih. Barokallahu lakuma

2. Bakri Tandaraman - August 27, 2007

Assalamu alaikum wr.wb.

Saya dengan membaca artikel yang ada disini semakin bertambah wawasan saya mengenai masalah pernikahan, walaupun saya belum menikah, tapi masih ada tanda tanya di benak saya yang belum sy temukan jawabannya, gimana ya ?? jika mahar yang kita berikan masih status kredit, misalnya cicilan rumah, boleh tidak ya ???

Wa’alaykumussalam warohmatullah. Pak, jika menuliskan salam atau pujian kepada Allah atau shalawat kepada Rasulullah, sebaiknya jangan disingkat, ex: Assalamu alaikum wr.wb. , SAW, SWT, RA,dll.

Untuk mahar dalam status kredit, mungkin anda bisa bertanya ke ustadz atau bisa baca-baca artikel ini http://menikahsunnah.wordpress.com/2007/06/20/hukum-hukum-aqad-nikah/ dan http://menikahsunnah.wordpress.com/2007/06/20/syarat-aqad-nikah/

3. Adhitya Ramadian - October 11, 2007

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Alhamdulillah ada situs yang membawakan menikah sunnah, InsyaAllah ana akan menikah tanggal 4 november 2007 nanti, ana berharap dari situs ini memberikan dakwah2nya kepada calon istri ana

4. Agung - October 21, 2007

ASSALAMUALAIKUM ANA SANGAT SENANG DENGAN ADANYA MEDIA INI MUDAH-MUDAHAN TERUS MENJADI LEBIH BAIK dan ana minta kalo setiap artikel maupun buletin di kirim ke email ana..syukron…wassalam

5. Abdi Piliang - December 11, 2007

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Insya Allah ana akan menikah tahun depan dengan wanita shalehah walaupun namanya belum terbersit dalam pikiran, wajahnya belum terlihat oleh mata, namun ana yakin Allah akan memberikan yang terbaik buat hamba-Nya.
Amiin.

Wassalam

6. kcy - December 31, 2007

assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

berilmu sebelum menikah adalah hal yang sangat penting bagi para yg ingin melangsungkan pernikahan. betapa tidak…sesuatu hal yang ana inginkan terjadi, qoddarullah hilang begitu saja karna kebodohan ana yg kurang memiliki ilmu. tapi ana yakin ini semua pasti ada hikmah yang besar yang allah berikan ke ana. ana yakin allah akan memberikan yang terbaik untuk hambaNya..amin ya robb

7. 'aini - May 14, 2009

assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
sebuah ilmu yg sangat berguna bagi saya.makasih atas ilmu nya.insya Allah saya akan menikah dengan orang yg mencintai saya karena cintanya kepada Allah.

8. mayu - May 20, 2009

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah ini yg saya cari.. Smoga bisa menjadi bekal ilmu dan menambah kemantapan untuk menikah..Bukan cuma buat ana aja, tp smoga juga buat saudara2 yang laen

Syukron

9. Lestary - July 27, 2009

Sukron….artikel yg bs jd pmbimbing prnikahan….aku dah pngin nikah tp blm dpt calon suami…sukron..wassalam

10. Abdullah - August 6, 2009

Assalamualaikum
Semoga Blog-nya bermanfaat bagi kita semua, dan yang ingin melangsungkan pernikahan serta kaum muslimin tergugah untuk menikah

11. abdul latif - October 4, 2009

bismillaah..ya ustadz hafidhahullaah, jazakumullaahu khairan katsiran..seseorang yang mencinta karena harta, maka sungguh harta akan sirna, jika ia mencinta karena dunia, ketahuilah dunia ini akan binasa…jika ia mencinta karena paras, tunggulah paras ini akan berubah menjadi tanah…tapi jika ia mencinta karena Allah Ta’ala, Sunggah naungan Allah bersamanya..Faman kaana Yarjuu liqaa arobbihii Falya’mal “Amalan Shalihan”…
Wallahu Musta’an.

12. abdurrahman - November 3, 2009

barakallahufiikum

13. Kristin - December 10, 2009

Assalamualaikum …….
saya sangat terharu membaca artikel ini , walaupun sampai sekarang saya belum menikah tapi saya berharap dan selalu berdo’a semoga kelak bila ALLAH berkenan memberi saya jodoh , insya ALLAH saya akan menjadi istri yang sholechah dan patut kepada suami karena ALLAH TA’ALA .

Aminnnnnnnnn.

Wassalam

14. irwanto - January 8, 2010

alhamdulillah mdhn Q dpt istri yang sholeha seperti yg dtulis diatas n q jg bs mnjd suami yg menjd pemimpin kluarga kelak
amin amin ya robbal allamin

15. asant - March 18, 2010

Mungkinkah sekira diri ini hina mendapat seperti yang diungkap diatas, maka semoga yang diberi Allah itulah yang terbaik.

16. siti - July 25, 2010

semoga Q mendapatkan suami yang bisa dijadikan imam,
imam dunia n akherat,,,,,
aminnnn

17. aminuddin.panjaitan - July 26, 2010

semoga saya di berikan istri solehah,amin amin yarabballalamin….

18. bagus - June 9, 2012

jadi penyejuk hati kayak ane yg dah nikah nich.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 108 other followers

%d bloggers like this: