jump to navigation

Makna Pernikahan May 11, 2007

Posted by admin in 1. Pra Nikah.
trackback

Nikah ditinjau dari sisi bahasa: bisa bermakna akad nikah dan bisa juga bermakna menggauli istri, berkata Abu ‘Ali al Qaali: “Bangsa Arab telah membedakan dengan perbedaan yang tipis, yang dengan perbedaan itu akan dapat mengetahui kedudukan akad (pernikahan) terhadap (kehalalan) bersetubuh, sehingga apabila mereka mengatakan: dia menikahi fulanah atau binti fulan, maka yang dimaksudkan adalah akad nikah, (yakni dia melakukan akad nikah dengan fulanah atau bintu fulan, pent) namun jika mereka mengatakan: dia menikahi istrinya atau pasangannya maka mereka tidak akan memaksudkan melainkan jima’ (bersetubuh) dan al Wath’u (menggauli)?.

Sedangkan makna nikah menurut istilah syariat:
Terjalinnya akad antara seorang lelaki dengan seorang perempuan dengan tujuan adanya saling mengambil kenikmatan satu sama lainnya serta membina sebuah rumah tangga yang shalihah dan masyarakat yang baik?.

Dan dari sini kita tarik kesimpulan bahwa sesungguhnya dengan akad nikah tersebut tidak hanya semata-mata bertujuan untuk mengambil kesenangan. Bahkan dengan akad tersebut adanya suatu makna yang lain yaitu “membina rumah tangga yang shalihah dan masyarakat yang baik?. Kendati demikian terkadang salah satu dari kedua tujuan tersebut lebih dominan atas yang lainnya karena beberapa tujuan tertentu sesuai dengan kondisi seseorang tersebut.

Sumber : Maka.., Menikahlah, Penulis : Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin, Penerbit : Ittibaus Salaf Press.

About these ads

Comments»

1. Ahmad - March 4, 2009

Menikah, kadang saya agak takut untuk menikah, saya terlahir dari keluarga yang tidak sempurna, ayah saya meninggalkan istrinya ketika istrinya sedang sakit, jelas itu menjadi tekanan bathin buat saya, maupun sodara2 saya yang lainya, apa lagi adik saya yang perempuan, kadang saya merasa kenapa saya yang harus menanggung ulah dari kedua orang tua saya??? terus terang semua itu membuat saya menjadi takut untuk menikah, walaupun saya seorang laki-laki, justru saya seorang laki2, saya takut sifat jelek ayah saya menurun kepada saya, ya tuhan tolong beri hambamu ini petunjuk. Saya tidak mau anak saya mengalami hal yang sama dengan saya.

Tidak usah takut untuk menikah, apalagi hanya karena rasa khawatir menrunnya sifat ayah anda ke diri saudaraku. Perbanyak mengikuti majelis ilmu syar’i, dan berusahalah untuk mencintai ilmu tsb, karena itulah yang akan membuat saudaraku berbeda dengan yang lainnya, karena dengan ilmu itulah kita akan merasa tenang dan dengan ilmu itu kita akan mendapatkan bekal yang dapat membawa kita membina keluarga sakinah. Suami yang paham akan agama, insyaAllah akan menenangkan seluruh anggota keluarganya, dan jika dia marah, dia tidak akan melaknat dan mencelakai istrinya karena agama ini adala agama kasih sayang yang bersumber dari wahyu yang Maha Pengasih dan Penyayang. Dan kami nasehatkan supaya saudaraku juga mengajak adik-adik saudara untuk mengkaji ilmu agama supaya mereka juga insyaAllah mantap untuk menjalani hidup dalam pernikahan sesuai sunnah sehingga mereka bisa mendapatkan suami yang dapat menemani dan menuntun mereka menggapai keluarga yang sakinah diatas petunjuk Allah Subhaanahu wa Ta’ala sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh Rasul-Nya Shallallaahu ‘alaihhi wasallam. Barokallahu fiikum (semoga Allah memberkahi saudaraku)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 106 other followers

%d bloggers like this: